Teks marque

Translate

Senin, 31 Desember 2012

Naruto Chapter 615 Versi Teks - Terhubung


Sebelumnya : Naruto Chapter 614

Naruto telah berjanji untuk tidak membiarkan temannya mati. 
Tapi pada kenyataannya, satu per satu mereka mati. Bahkan Neji. Naruto terdiam,
 tak mampu berkata apa-apa lagi.

"Bukankah kau berkata kalau kau tak akan membiarkan kami membunuh temanmu?"
Obito berdiri di kejauhan, "Lihat sekelilingmu, dan coba katakan sekali lagi!!"


Tak hanya Neji, terlihat puluhan anggota shinobi aliansi lainnya tewas tertusuk duri-duri kayu Juubi.
Naruto masih terdiam dan shock, sementara Obito terus saja memberinya tekanan,
"Aku bilang, coba katakan sekali lagi!! Rasakan tubuh temanmu yang mulai dingin, dan sadarilah ...
kematian mereka!!"

Tak hanya Naruto, semuanya tampak kaget akibat kematian Neji. "Neji ... mati!?"

"Hal ini akan terus berlanjut." ucap Obito. "Kata-kata dan prinsipmu yang lemah secara
 perlahan akan terbukti kesalahannya. Inilah yang akan terjadi kalau kau membicarakan harapan 
dan keinginan padahal ini adalah kenyataan."


"Naruto, apa yang kau milikki di kenyataan ini? Kau tak punya ayah ataupun ibu, 
mastermu Jiraiya telah mati.
 Dan selama kau terus melawan, satu per satu temanmu akan mati."

Naruto masih terdiam.
"Obito ..." Kakashi menatap ke arahnya. Namun sama seperti Naruto, ia juga tak bisa berbuat apa-apa.

"Dan sekarang kau pasti sudah menyadarinya ... apa yang akan tersisa hanyalah ... kesepian!!"

"Maafkan aku Hizashi." Pikir ayah Hinata, "Aku sudah membiarkan Neji ..."

"Kau telah menjadi seperti yang aku inginkan, Obito." pikir Madara, "Setelah ini Naruto akan menyerah, 
dan kita akan mengirim pasukan aliansi ke dalam rasa keputusasaan."

"Kau tak perlu terus berada di dalam kenyataan ini. Kemarilah, Naruto!" Obito mengulurkan tangannya, 
seolah mengajak Naruto untuk masuk ke dalam dunia baru yang ia katakan.

Naruto masih terdiam. Sampai tiba-tiba, Hinata mengusap pipinya.

"..."

"Apa kamu mengerti arti dari kata-kata yang Neji niisan katakan sebelumnya, Naruto-kun?
 Kamu tidaklah sendiri.
 Kata-kata dan apa yang kamu percayai, aku tak akan membiarkan temanku mati,
 itu bukanlah kebohongan! 
Karena kata-kata itulah, dia bisa bertindak sejauh ini."


"Neji niisan ... Bukan hanya dirimu, Naruto-kun, semuanya memegang dan percaya akan kata-kata itu.
 Itulah bagaimana kita semua terhubung. Kita semua adalah teman. 
Kalau kita menyerah, maka apa yang Neji niisan lakukan akan menjadi percuma.
 Jadi, ayo kita berdiri bersama, Naruto-kun. Selalu maju dan tak akan menarik kata-kataku,
 itu juga adalah jalan n
"Naruto, Hinata-sama juga sudah siap untuk mati demi dirimu. Itulah kenapa, kau ..."

"Tentu saja tak sendiri!!" ucap Kurama. Di alam bawah sadarnya, Kyuubi telah kembali.
 "Apa kau lupa denganku, hah!?"

"Aku tahu!" ucap Naruto, "Aku tak ingin mengabaikan temanku, atau ikatan yang aku milikki. 
Tapi ..."

"Berhenti mengeluh!! Atau aku akan memakanmu!!" ucap Kyuubi. "Apa kau lupa?
 Ayah dan ibumu juga melakukan hal yang sama seperti yang Neji lakukan sesaat setelah kau lahir. 
Mereka menyegelku, musuh mereka di dalam tubuhmu, 
dan mati dengan mempercayakan masa depan padamu. 
Hidupmu telah terhubung dengan dua hidup lainnya bahkan sejak kau lahir."


kembali ke sisi Madara, ia terdiam melihat Obito yang menunggu. 
"Apa dia menunggu respon dari Naruto?
 Kelihatannya ia benar-benar ingin mengetahuinya." Pikir Madara. Tapi ...

"Sudah cukup!!" Obito sudah tak sabar lagi dan langsung bersiap, 
membuat Juubi menembakan bijuudama raksasa ke arah pasukan aliansi. 
Meski jaraknya terlalu dekat dan bisa saja juga malah melukainya, Obito sudah tak peduli lagi.



"Jangan gegabah!!" ucap Madara, "Bisa-bisa Juubi juga mendapat luka dan kau ..."

"Aku tak peduli!!" ucap Obito, "Lagipula Juubi memiliki kulit yang kuat."

Juubi telah membentuk bijuudama, yang perlahan semakin besar dan membesar.

"Kali ini ia mengincar kita!!" ucap shinobi aliansi. Akan tetapi, mereka tak membiarkannya begitu saja.
 Sai dengan burung tintanya mengantar Bee untuk mendekat.

"Chakraku sudah cukup penuh!!" Bee meloncat, berubah menjadi Hachibi dan kemudian bersiap 
untuk menembakan bijuudama tepat di depan mulut Juubi. Bee ingin menghentikan tembakan Juubi
 sebelum ia menembakannya.



"Hati-hati, Bee-sama!" ucap Omoi dalam hati.
"Maju!!"

"Rasakan ini!!!"
Boooombbb!!!!!!!!!!!! Hachibi menembak. Tercipta ledakan yang membuat Hachibi terlempar.
 Tembakannya Juubi terhenti, dan ia terperosok ke belakang.
"Jangan melakukannya berlebihan!!" ucap shinobi aliansi.
"Khawatir tak ada gunanya, untuk melindungi aliansi tak perlu ada rasa takut!!"

"Benar ..." Naruto membalas tangan Hinata. "Tak hanya ayah dan ibu. Sejauh ini, semuanya telah ..."
"Hinata, terimakasih." Naruto memegang tangan Hinata, dan ia telah benar-benar bangkit,
 berdiri dari keterpurukan. "Aku tidaklah sendiri. Terimakasih sudah tetap ada di sisiku."



"Dan Neji, aku juga berterimakasih padamu."

"Tangan Naruto-kun, begitu besar dan kuat ... Membuatku merasa aman" Pikir Hinata. 
Untuk pertama kalinya, mereka berpegangan tangan seperti ini.
"Groooarrrr!!!!!!!" Juubi kembali bangkit. Namun, tak ada yang perlu ditakuti. "Ayo maju, Hinata!!" 
Naruto kembali ke mode bijuu. "Ya!!" Sahut Hinata.
Lanjut Naruto chapter 616.

Selasa, 18 Desember 2012

Naruto Chapter 614 Versi Teks- Untukmu

Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia"Shikamaru ..." Chouji khawatir akan keadaan Shikamaru. Akan tetapi, pemuda itu tetap tegar dan hanya berkata, "Kita sedang berada dalam pertempuran! Tak perlu ada komentar yang tidak perlu. Kau juga, Ino. Kita semua akan melakukan apa yang ayahku katakan."

Kelihatannya, strategi yang hendak Shikaku beritahukan telah sampai pada mereka.

"A-apa maksud semua ini?" Naruto bertanya-tanya. Kemudian Neji datang padanya dan berkata, "Maksudnya kaulah kunci dari strategi ini."

"Bukan itu! Maksudku, apa yang terjadi pada Shikaku dan Inoichi!?"

Neji terdiam.


Sebelum Neji sempat menjawab pertanyaan Naruto, Juubi kembali menyerang. Dengan ekornya, ia menghempaskan shinobi-shinobi yang ada di belakang Naruto. "Gyaaaahhh!!!" Teriak mereka.

"Neji!!" Ayah Hinata berlari, "Putar kanan!"
"Ya!!" Ia dan Neji kemudian menggunakan jurus mereka untuk menghalau serangan Juubi. "Hakkeshou Kaiten!!" Putaran mereka berdua berhasil menahan ekor Juubi.
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia
"W-wow, Hyuuga benar-benar kuat!! Neji sungguh jenius ..." Naruto terpaku melihat serangan itu.

"Apa mereka berhasil mementalkannya!?"
"Itu adalah teknik klan Hyuuga dari Konoha!" ucap seorang shinobi aliansi yang kelihatannya berasal dari luar Konoha. "Dulu saat masih perang kami susah payah menghadapinya."

"Jangan lengah, Naruto!!"
"Kita sedang berada dalam medan perang, dan kita sedang bertarung!!" ucap Neji dan pamannya, "Beberapa orang mungkin mati ... Tapi, kalau kita kalah dalam perang ini, semua orang akan mati!"
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia
"Ya, aku tahu itu!" ucap Naruto.

"Aku yakin kalau ayah Shikamaru dan Ino akan senang, sebagau seorang shinobi, mereka pergi sebelum anak-anak mereka, seperti ayahku." ucap Neji. "Untuk strateginya, kita butuh kekuatanmu, Naruto!! Dan untuk membuatya berhasil ..."
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia
"Kami akan melindungi Naruto-kun sampai akhir!!" Seorang gadis Hyuuga juga telah bersiap di sebelah Neji.

"Hinata!?"

"Berhati-hatilah!! Klan Hyuuga adalah yang terkuat dari desa Konoha!!" ucap ayah Hinata.
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia
Di sisi Obito dan Madara, "Aku ingin segera menyerang sebelum mereka memulai kembali pembicaraan yang tanpa akhir itu, tapi aku tak mampu mengendalikan Juubi sepenenuhnya."

"Ayo kita lakukan dengan ini sebelum perubahan selanjutnya. Ini akan bekerja." ucap Madara. "Kelihatannya kau belum bisa mengendalikan Juubi sepenuhnya sebelum menjadi jinchirikinya." ucap Obito.

Sejenak Madara terdiam, kemudian menjelaskan, "Untuk menjadi jinchurikinya, aku butuh tubuh hidup sungguhan, bukan sekedar mayat bergerak yang diciptakan oleh Edo Tensei."

"Alasan kenapa kau tidak memusnahkan pasukan aliansi di depan kita dengan Bijuudama, adalah karena kalau kau melakukannya, aku juga akan mati, begitu kan? dan kau tak ingin hal itu terjadi." ucap Obito. "Karena untuk menjadi jinchuriki, kau butuh benar-benar dibangkitkan. Dan untuk melakukan itu, aku harus mengorbankan nyawaku sendiri untuk meggunakan jutsu Rinne Tensei padamu. Dengan kata lain, pada posisimu sekarang, terpaksa kau harus menuruti segala perintahku, jangan lupakan itu."

Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia"Kau tumbuh menjadi sedikit lebih sulit untuk diajak bersepakat ya." ucap Madara.

"Sejak awal aku memang tidak berniat untuk menjadi temanmu." ucap Obito.
"Hmm, ya sudah, lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"

"Kita akan melanjutkannya, mengajarkan rasa keputusasaan yang lebih dalam pada mereka."

Dari ekor-ekornya yang menyerupai telapak tangan, Juubi menembakkan jarum-jarum dari kayu tajam, besar, dan sangat amat banyak. "Mokuton : Sashiki no Jutsu!!"

"Gyaaaahh!!!" Beberapa shinobi tertusuk oleh duri-duri raksasa tersebut, tertusuk menembus tubuh mereka.

"Terlalu banyak, tahan serangannya!!" Neji dan keluarganya kembali menggunakan jutsu mereka untuk menepis hujan duri tersebut. Karena bagaimanapun, jumlah sebanyak itu mustahil untuk bisa dihindari, sama seperti air hujan yang jatuh.
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia

"Aku bisa saja menghentikannya untuk beberapa waktu menggunakan jutsu elemen tanahku sampai kekuatan Kyuubi kembali, tapi aku butuh waktu untuk mengumpulkan chakra." Pikir Kitsuchi, komandan divisi kedua.

"Ukhhh!!!" Banyaknya serangan bahkan sampai membuat Neji terkena. "Terlalu banyak, kecepatan putaranku masih belum cukup." Pikirnya.
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia
Namun begitu, apa yang tadi Neji dan yang lainnya lakukan sudah cukup untuk memberi Naruto waktu. "Terimakasih, Neji! Berkat kalian aku mampu ke saga mode!"

Naruto telah bersiap dengan Rasenshuriken di tangannya, dan kemudian ia melempar serangan itu. Menerobos hujan duri, kemudian meledak dan menghalau sebagian besar tembakan yang menuju ke arah mereka.

Akan tetapi, setelahnya serangan terus saja berlanjut. Naruto kembali lagi menggunakan rasenshuriken untuk menghalau serangan. Namun pada akhirnya, ia kelelahan dan rebah, "Haah, haah ..."
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia
Sebuah duri hampir saja mengenai tubuh Naruto, namun untuk Hinata melindunginya.
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia
Tak berhenti dengan serangan itu saja, Juubi kembali menggunakan ekornya yang berbentuk tangan itu untuk menyapu para shinobi aliansi.

"Hakke Kuuhekishou!!" Ayah Hinata menghalau ekor Juubi dengan serangan yang kuat. Namun meski ditahan, Juubi kembali mampu menembak dari ujung jari telunjuknya, dan kali ini menuju tepat ke arah Naruto.

"Sial! Serangan terarah? Jumlah serangannya terlalu banyak!" Pikir ayah Hinata, "Kuushou Hinata dan Neji tidak akan tepat waktu!!"

Namun dengan beraninya, Hinata menggunakan tubuhnya sendiri untuk melindungi Naruto dari tembakan duri-duri tajam itu.

"!!?"

"Doton : Sand no Jutsu!!!" Kitsuchi dengan elemen tanahnya menciptakan balok batu raksasa yang menjepit tubuh Juubi. "Sekarang!!!"

Juubi tertahan, dan para shinobipun kembali menyerang.
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia
Sementara itu, di sisi Naruto, "Tim Medis!!!" Ia berteriak, karena keadaan seseorang di depannya benar-benar sangat parah. Dan ternyata itu bukanlah Hinata, melainkan Neji. Tak mau Hinata mengorbankan dirinya, Neji sendiri yang langsung melindungi Naruto dengan tubuhnya. "Tim Medis!!"
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia
"Tidak ... Aku ... Sudah siap ..." ucap Neji, yang punggungnya telah tertembus oleh duri-duri kayu.

"Neji!!"
"Neesan ..."

"Naruto ...
Hinata-sama ...
Aku real, mati demi kalian ...
Hidupku, adalah milik kalian ..."
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia
"Ke-kenapa? Kau adalah Hyuuga ..."

"Di masa lalu, kau telah membebaskanku dari nasib terkutukku ..." Neji teringat masa lalu. Ketika Ujian Chuunin, saat ia berhadapan dengan Naruto, saat itu Neji berkata padanya : "Kau hanyalah kegagalan, dan itu tak akan pernah berubah. Beritahu aku, kenapa kau begitu keras kepala merubah takdirmu!?"

"Karena kau berkata kalau aku adalah kegagalaan ..." Balas Naruto saat itu.
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia
Flashback berakhir, kembali ke Neji yang telah benar-benar sekarat, dan Naruto bertanya, "kenapa kau real ... untuk mengorbankan hidupmu demi aku?"
Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia
"Karena ... kau berkata kalau aku seorang jenius ..." Untuk terakhir kalinya, Neji tersenyum, dan tanda di dahinya perlahan mulai memudar. "Ayah ... akhirnya aku mengerti ... Kebebasan yang ayah rasakan saat memilih untuk mati demi melindungi rekanmu ..."

Seekor burung terbang ke udara, membawa perasaan Neji yang telah terbebas dari segalanya. Tapi tak lama burung itu mengepakan sayapnya, duri Juubi menusuk dan membunuhnya.

"Oarghhh!!!!" Juubi melepaskan diri dari belenggu batu Kitsuchi. dan dari atas sana, Obito berteriak pada Naruto, "Bukankah kau bilang kalau kau tak akan membiarkan temanmu mati, Naruto!?"

Hinata meneteskan air mata, sementara Neji telah wafat sebagai pahlawan.

Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 618 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 619 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 620 Bahasa Indonesia

Lanjut Naruto chapter 615

Naruto chapter 613 Versi Teks - Pikiran



Sebelumnya : Naruto Chapter 612
Naruto melempar rasenshurikennya ke arah Madara dan Obito, karena bagaimanapun, merekalah otak di balik aksi Juubi.
"Jadi, kali ini mereka menjadikan kami sebagai target? bukan Juubi?
Oh yah, menyerang otak musuh memang merupakan dasar dalam perang." Pikir Madara, yang meski hendak diserang oleh begitu banyak shinobi, ia masih tampak tenang-tenang saja.

Terlihat Darui menyiapkan tembakan, begitu pula dengan yang lain yang sudah benar-benar siap untuk menyerang. "Daigo Tomon ... Buka!!" Lee dan gurunya juga telah bersiap.

"Tapi untuk menyerang kami ..."

"Oarghhhh!!!!!!!!" Juubi memblok serangan mereka. Ia mampu keluar dari lubang yang menahannya itu, dan bahkan kini wujudnya semakin sempurna.
"Kalian harus menghentikan Juubi terlebih dahulu."


Juubi muncul dengan wujud yang semakin sempurna. Ekor-ekornya seperti yang telah dijelaskan tadi memiliki ujung yang menyerupai tangan. Muncul tanduk-tanduk dari kepalanya, dan kaki serta tangan yang semakin jelas. Namun meski begitu, wujudnya masih terlihat terlalu kurus.

"Bagaimana bisa!? Bukankah kita telah menahan Juubi!?" Pikir heran para shinobi aliansi. Mereka memang sudah berusaha. Namun mau bagaimana lagi, Juubi terlalu kuat untuk bisa ditahan hanya dengan serangan kombinasi seperti tadi.

Ekor-ekor Juubi yang ujungnya membentuk jari mengibas dan menghempaskan beberapa shinobi, "Aaaarghhh!!!!!!"




"Apa kau baik-baik saja!?"
"Sial!!!" Para shinobi terdesak.

Juubi muncul dengan wujud yang semakin sempurna. Ekor-ekornya seperti yang telah dijelaskan tadi memiliki ujung yang menyerupai tangan. Muncul tanduk-tanduk dari kepalanya, dan kaki serta tangan yang semakin jelas. Namun meski begitu, wujudnya masih terlihat terlalu kurus.

Dan bersamaan dengan berevolusinya wujud Juubi ini, ketidakseimbangan bola yang ada di markas menjadi semakin tidak stabil. "Ini mustahil!! Bola sensornya ..."
"Terlihat seperti bintang kecil!"

"Jadi pada dasarnya kita tak bisa menghentikan Juubi ..." ucap ayah Shikamaru, Shikaku.
"Dia hanya mempertahankan kekuatannya untuk berubah."

"Bagaimana bisa kita menghentikan mahluk itu!? Kita bahkan tak punya waktu untuk menyerang mereka berdua!!" ucap ayah Ino.

Kembali ke medan perang, beberapa shinobi sudah tampak terbaring kesakitan. "Tim medis, cepat!!" Perintah salah seorang shinobi.
"Ma-mahluk itu menyeramkan ..." ucap Kiba.

"Ukhh ..."
"Kalau kita tak bisa menghentikannya, kita semua berakhir." ucap Kakashi.
"Daripada membuang waktu untuk takut, lebih baik gunakan waktumu untuk mengumpulkan chakra. Kita harus selalu siap menerima perintah dari markas pusat."

"Kita harus menghentikan Juubi, apapun alasannya. Atau tidak, kita tak akan mampu untuk menyerang mereka berdua yang merupakan otak di balik ini semua. Tapi, bagaimana bisa kita melakukannya?" Shikaku berpikir keras. "Bloking adalah spesialisasi dari kita tiga klan, tapi tetap saja melawan monster itu, pada akhirnya kita hanya akan membuang-buang chakra ..."

"!!!" Shikaku terpikir akan sesuatu, kemudian dengan cepat ia meminta ke ayah Ino, "Inoichi, hubungkan aku ke Kakashi!!"

"Ya!!" Inoichipun menghubungkan mereka.

"Kakashi, ini aku! Ada satu hal yang ingin aku pastikan mengenai rangkaian pertarungan yang aku katakan ..."

"Gwooohhh!!!!!" Juubi berteriak, semakin sempurna meski masih tampak cacat.

"Huh ..." Madara mulai merasakan Juubi yang dipijaknya bergetar.
"Setelah ini, akan semakin sulit untuk mengendalikan Juubi. Gunakan sel Hashirama untuk memperkuat ikatannya!" Perintah Madara ke Obito. Kemudian, mereka berduapun mengeluarkan suatu batangan kayu dari tubuh mereka dan menempelkannya ke tubuh Juubi.




"Bukankah kau ingin melihat...
Betapa kuatnya Juubi dalam bentuk ini..."
"Yah, kita akan menunjukannya pada mereka... Bagaimana keputusasaan itu." ucap Obito.

"Rooarrrr!!!!" Juubi berdiri tegak bagai seorang manusia, dengan tubuh yang masih terlihat kurus. Dan, baru hanya tangan kanannya saja yang tumbuh.

"I-Ini ... mustahil!!!" ucap Shinobi di ruangan pengawas itu. Keadaan bola tadi menjadi semakin tak stabil, begitu tidak terkendali. "Shikaku-dono, Inoichi-dono!!"

"Sial, kamuinya tak mau bekerja tepat waktu." Pikir Kakashi.
"Gunakan doton di bawah kakinya."
"Ya!!"

Jutsu elemen tanah menyerang kaki Juubi, membuatnya terguling dan terjatuh. Akibatnya, bijuudama yang hendak ia tembakan menjadi melesat ke arah yang tidak karuan, melesat di kejauhan sebelum akhirnya meledak. Booomm!!!

"Serangannya sampai di jarak sejauh itu!?" Kakashi kaget.
"Benar-benar berada di level yang jauh berbeda dengan bijuudama lainnya, kekuatan macam apa itu!?"
"Kalau dengan kontrolnya yang tidak sempurna saja seperti itu, maka tembakan selanjutnya ..."

Bammmm!!!!!!! Juubi kembali menembak ke kejauhan, begitu jauh, dan bahkan tembakannya sampai di sebuah desa, membuat desa itu hancur berantakan. "Astaga ... Kota di jarak sejauh itu dihancurkannya dengan mudah!!" ucap seorang shinobi pendeteksi.

Juubi terus mengamuk, dan menembak ke tempat-tempat yang jauh. "Oarghhh!!!!!!"

"Ini aneh! Kenapa dia hanya mengincar tempat yang jauh!?" ucap Ao, salah satu shinobi pendeteksi yang bertugas di markas.
"Ini artinya, semua kota, siapapun ada dalam jangkauan serangannya ..."

"Apa ini artinya, para Daimyou, penduduk desa dari berbagai negara tidak aman!?"
"Para shinobi yang ada di medan tempur bertarung untuk melindungi semuanya." ucap Shikaku, "Arah yang diincarnya adalah ..."

Juubi kembali menembak ke kekejauhan.

"I-Itu ..."
"Ada apa, Ao-dono!?" Inoichi bertanya.
"Kumohon jangan panik dan dengar perkataanku ..." Ao hendak mengatakan kenyataannya. Namun sebelum itu, Shikaku sudah tahu dan mengatakan, "Serangannya kali ini datang ke arah kita."

"!!?" Orang-orang di markas kaget.
"Kalau begitu, kita harus segera kabur!!"
"Heh, dengan daya hancur Bijuudama yang sebesar itu, sudah terlambat!! Apa sejak awa; kau pikir kau aman hanya karena kau bertugas di markas pusat?"
"Tidak! Aku juga seorang shinobi! Aku sudah siap untuk mati di dalam misi kapanpun! Tapi, aku belum mau mati sebelum melakukan sesuatu yang membantu ..."

Bijuudama terus bergerak menuju ke arah mereka.

"Apa yang harus kita lakukan, Shikaku!?"
"Kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan sampai akhir." ucap Shikaku. "Aku memiliki strategi untuk menghentikan Juubi. Ini akan menjadi pekerjaan terakhir kita, hubungkan aku dengan orang-orang yang ada di medan tempur."

Iapun dihubungkan ke orang-orang, sementara Bijuudama sudah semakin mendekat.
"Semuanya, dengarkan aku!!"

Terlihat Shikamaru mendengar dengan seksama. Namun tiba-tiba, raut wajahnya berubah. Perlahan, dari sigap menjadi raut kehilangan. Sepertinya, bijuudama sudah menghancurkan tempat itu tepat sebelum Shikaku memberitahukan rencananya.

Ino menangis. Tentu saja, bagaimanapun ayahnya juga ada di tempat itu.


"Akhirnya, kita berhasil memusnahkan mereka." ucap Madara, "Dengan ini, kita telah menghancurkan otak di balik aliansi shinobi. Yah, itulah dasar dalam perang kan ..."

Lanjut Naruto chapter 604

Naruto Chapter 612 Versi Teks - Kekuatan Shinobi Aliansi!!


Naruto Chapter 612 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 613 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa IndonesiaNaruto dan temannya telah mencapai batas stamina dan chakra , terlebih para bijuu sudah mulai melemah disamping Juubi yang tak terkalahkan. Sesuatu yang tak terduga serangan dahsyat Juubi yang hamper membinasakan Naruto dibelokkan oleh teknik Shintenshin yang mengarah ke Obito. Ternyata Sintenshin tersebut sudah dibidikkan oleh Seorang Yamanaka dibantu oleh seorang Hyuuga.
Naruto Chapter 612 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 613 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia

Tak hanya seorang , Seluruh Shinobi Aliansi mengepung Obito , Madara dan Juubi dengan semangat, Obito semakin gugup dan heran,
Kekuatan Shinobi Aliansi yang hendak menumbangkan Teknik tsuki No Me sudah disiapkan, tapi Madara sepertri biasa meragukan kemampuan para Shinobi
“kekuatan Shinobi Aliansi ?? itu terlalu dipaksakan”,remeh Madara

“Benar, kekuatan yang akan menghentikanmu!”,teriak Naruto

“Kau salah, mengapa kau tak mengerti bahwa menghentikan kami itu tak ada gunanya.”,kata Obito
“Kekuatanmu akanlarut secepat perang ini berakhir dan aka nada sesesorang yang akan melakukan yang kami lakukan sekarang!”,tambahnya seraya tak menghiraukan semangat para Shinobi yang telah mengepungnya

“kau tak bias menang di dunia ini, tak peduli sekeras apapun kau mencoba, ketahuilah bahwa tidak ada harapan l di dunia ini.”,kata Obito, mendengar halite Naruto semakin kesal walau tengh tertunduk

Naruto pun langsung membantah semua itu, Para Shginobi bangga dengan yang dikatakan Naruto,”aku tak peduli dengan opiniku!”

“Lalu? Rancangan yang bagus,”,kata Obito

“lalu? Apa yang kami lakukan!? Ketika orang memiliki Opini yang bebeda maka harus mengikuti aturang yang mayoritas.”,jawab naruto

“itu Argumen tak berguna dalam perang, Cepatlah akhiri semua ini.”, kta Madara mulai bosan dengan negosiasi naruto

“Lalu…akan kami putuskan setelah memusnahkan semua orang”, kata Obito

“jadi itu pilihanmu…”,
“tapi dunia ini…”

Naruto dan Obito pun berteriak bersamaan
“akan berakhir!!”,teriak Obito
“Tidak akan berakhir!!!”,teriak Naruto

Seruan perang pun menggema “ Ayo Semuanya maju ini Perang Penentuann!!!!”

Dari Markas pusat shikaku mengirim telepati pada Naruto melalui Inoichi
“bagus Naruto kau berhasil mengulur waktu!!”, kata Shikaku

“apa kau memiliki waktu untuk stategi? “,Tanya Naruto

“tidak hanya itu aku juga mampu untuk menginfformasikan pada semu orang mengenai hal itu juga”, jawab Shikaku

“aku bahkan tak sempat terkejut ketika kakashi memberitau bahwa Tobi adalah Obito Uchiha, untuk memenangkan pertarungan ini kita harus melakukan gerakan pertama dan pencegahan pada serangan balasan, berdasarkan info.. Musuh memiliki mata yang bagus”, kata Shikaku

Para Shinobi pun bersiaga khususnya para shinobi Kumo dan pengguna elemen raiton, Strategi Shikaku pun mulai berjalan diantara para Shinobi..“Shinobi Kumo!”,gumam Inoichi

“Pertama gunakan pengalihan untuk memperlambat gerakan mereka, dan mengganggu pengelihatan mereka..”

“Raiton Raikuchuu!!”,teriak para Shinobi.. serentak cahaya amat menyilaukan memancar dan mulai menyerang Obito, Obito dan Madara tentu mulai menutup mata mereka karena sangat silau… Bersamaan dengan itu serangan elemen Badai pun menyusul
“Ranton Laser Circus!!”…”swwiiiingggggggg!!!!!!!”. Cahaya Kuning terang meluncur dengan amat cepat mulai menyerang

Naruto Chapter 612 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 613 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia

“Ciuuuuuuuu!!!! Ciiuuuuuuu!!!!!”,tembakan laser yang amat banyak beruyntung menyerang Madara dan Obito, disamping itu Juubi tampak menutup matanya Karen a cahaya sangat silau dan kuat

“Zoooommmmmm!!!!!!”, dengan mudah pancaran laser yang mengarah ke Obito dan Madara dihisap oleh Madara, tapi serangan tak kunjung reda, dan semakin kuat madara pun berusaha menghisap pancara laser yang berurutan menyerang mereka..
”aku mengerti mereka membuat seranan ini seperti mengarah ke kita ..tapi ternyata mereka mengincar mata Juubi”, kata Madara


“Lalu dapatkan kabut dari Kirigakure, dan Serangan Serangga dari teknik Serangga Pengganggu”
“Dan banyak debu digabung sesuai dengan Ranton, Biarkan Aliran Udara membawa dan mengntrol mereka…”
“Shinobi Sunagakure!!”
“Fuuton! Kiryuu ranbu!”,(Elemen Udara : Teknik Tarian Aliran Arus Angin!!)
Naruto Chapter 612 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 613 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia
“Keuntungannya, karena sejak dia besar maka tak akan bias sembunyi dan untuk menghalai pandangan mereka sepenuhnya dan juga membuatmu tak mungkin diddeteksi”,

Ditengah Deburan kabut dan Serangga yang beterbangan Juubi Nampak amat mendeita menahan kelopak matanya

“Mereka hanya sebelumnya memberitahu Jutsunya, sekarang mereka menggunakannya, tepat ini pasti ayah Shikamaru..”,gumam temari

…Ditengah Kabut dan Serangga, obito cukup bingung meski Madara masih tenang…
“ Sharingan!”…”Shinnkk!!”, Obito mengaktifkan Sharingannya.. tapi tak bedaya.. semua terlihat buram

“dengan semua ini Kita tak akan bias mendeteksi mereka”
“Kita harus membiarkan juubi menghabisi mereka”, kata Madara

“Shinobi Iwagakure.. Giliran kalian!!”
“Setelah mengganggu pengelihatan mereka, sekarang kita akan membendung mereka sebisa mungkin”
“Doton daichi Doukaku!(Elemen Tanah teknik Penggeser Inti Bumi!!)”, para Shinobi serentak menghentak tanah.. dengan cepat tebing besar langsung mengurung Juubi
Naruto Chapter 612 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 613 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia
“Graakkkkkkkkkkkk!!!!!”, tebing menjulang dan menghimpit Juubi dengan cepat melampaui mereka hingga terkurung

Obito Nampak kaget dibuatnya.. “ugh”

Tanpa diduga Para pengguna Yoton menyerang.. “ Yoton Sekkaigyou No Jutsu!!”,(Elemen lava teknik Endapan batu kapur!!)
Naruto Chapter 612 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 613 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia
“Zrrruuuuuggggggg!!!!!!!!”, Guncangan melanda Juubi dan isi kurungan tebing, dari atas tebing yang menjulang timbunan smen mulai mengalir…

“Secepatnya Juubi tercampur dalam Kapur.!!!!.”

“Shinobi Kirigakure tetap lanjutkann!!”..”Campu semuanya bersama dengan air”

“Suiton Suidan No Jutsu!!!” “Zuuurrrrrr”….Para Shinobi Kirigakure menyemburkan Air bersamaan, dengan cepat air dan kapur tadi bercampur hingga menyerupai semen….
Naruto Chapter 612 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 613 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia
“Konoha..Giliran Kaliann!!!!”

“Klan sarutobi ayo seranggg!!!”,teriak salah seorang Shinobi

“Katon Gouen No Jutsuu!!!!”, “Bwwwooorrrrrr!!!!!!”, secara serentak para Shinobi Sarutobi menyemburkan api dengan dahsyat, Kini Juubi amat terkepun, hamper seluruh tubuhnya tertimbun semen dan dibakar api besar
Naruto Chapter 612 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 613 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia
“Setelah mencampur kapur dan Air bersama.. keringkan dengan katon Kaliann!!!”

Dengan cepat campuran tad mulai mongering, adonan yang tercampur mulai mengerass
“Jadi campuran itu akan mengeras dan menahan mereka”



Madara heran dengan kerjasama para Shinobi.. madara memandang ke atas seraya engamati kepungan Para Shinobi dan kapur yang membatu dan membelit Juubi
“aku tak percaya ini…”

“hm??”, Obito tidak mengerti dengan kata kata madara

“Mengejutkan Shinobi 5 negara bias menarik Kombinasi yang sempurna!!”.,tambahnya

“Jika kita tak bias menghentkan Juubi, kita tak dapat menyerang Madara..”

“juubi adalah alat mereka, dan mereka adalah pemikirnya.. Jikakita menghentikan meeka maka kita akan mampu menghentikan Tsuki No Me juga..Bagaimanapun kita tak dapat menahan kekuatan Juubi untuk waktu lama.. hanya Serangan Fisik yang mampu mempa pada madara.. Siapapun yang hebat dalam taijutsu serang dia!!.. obito dapat menjadikan serangan melewati dirinya tapi berdasar info itu hanya 5 menit.. Koordinasikan dengan tim medis dan serangan setidaknya lebih lama dari 5 menit… Naruto sekarang adalah Jutsu yang kau katakan!!!”.

Naruto dalam Mode Sannin sudah menyiapkan Rasengan Shuriken.. para Shinobi pun bersiap..
Naruto Chapter 612 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 613 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia
“Kekuatan Shinobi Aliansi!!!!” Para Shinobi dan naruto dengan Rasengan Shuriken menyerang Madara dan Obito masih tenang melihat Para Shinobi mulai berdatangan

“Menyedihkann”,kata Madara

“Ya.. harapan yang menempel pada mereka itu tak ada dan mereka segera akan berakhir juga.Juubi mendekati sempurna”, sahut Obito

Naruto Chapter 612 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 613 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 614 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 615 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 616 Bahasa Indonesia - Naruto Chapter 617 Bahasa Indonesia
Lanjut Naruto chapter 613 Versi Teks

Jumat, 30 November 2012

Naruto 611Versi Teks – Kedatangan



Hachibi menembak dengan sekuat tenaga, tepat di depan mata ekor sepuluh.
“Bagus, kenai dia!!” Seru Naruto. Akan tetapi nyatanya, serangan Bijuudama itu malah dengan mudah ditahan oleh Juubi. Mahluk raksasa berekor sepuluh itu dengan santainya menyentil bola itu dengan jari telunjuknya. “Ada dua lalat di atas kita.” Ucap Madara.
Tak hanya menahan, sentilan tadi juga sekaligus mengarah kembali ke Hachibi, yang kemudian membuatnya terpetal, “Ukhh!” Hachibi kesakitan.
Hap, tangan Kyuubi menangkap tubuh Kakashi, bersamaan degan jatuhnya Hachibi di sebelah mereka. Dan secara tiba-tiba, chakra raksasa kyuubi menghilang.

Setelah membalikan serangan Hachibi, selanjutnya Juubi menyerang menggunakan ekornya ke arah Naruto dan Kakashi. Tak mau gurunya terluka, Naruto mendorong Kakashi agar ia menjauh, “Ekor Juubi? Naruto!!”
Deg …
Melihat apa yang Naruto lakukan, Obito teringat akan dirinya dulu, ketika saat itu ia mendorong Kakashi agar ia tak tertimpa reruntuhan batu. “Naruto benar-benar mirip denganku …”
“Uaghhhh!!!!!” Naruto berteriak kesakitan saat terkena hempasan ekor itu.
“Yeah, bagaimanapun kau masih muda sepertiku dulu.” Pikir Obito, “Tapi secara perlahan …”
“Gwaaaahh!!!!
Mafkan aku, Hattsan … Paman Bee …”
Boft! Naruto yang hanya bunshin itu menghilang.
“Kage Bunshin lagi?” Ucap Madara.
“Uaghhh!!!” Mereka semua yang mulanya ada di atas Kyuubi terjatuh.
“Ups …” Ucap Kurama di dalam diri Naruto.
“Kurama!! Kenapa kau menghilang tiba-tiba di saat seperti ini!?” Bentak Naruto.
“Sekitar delapan menit, itulah batas waktuku!” jelas Kyuubi, “Untuk saat ini, aku akan mengumpulkan chakra dulu. Cobalah untuk mengulur waktu. Kau tak akan bisa menang melawannya tanpa chakraku.” Kyuubi mulai berkonsentrasi mengumpulkan chakra.
Juubi menyiapkan sebuah bijuudama, kemudian menembaknnya dalam wujud laser raksasa. Serangan yang sungguh dahyat hingga bahkan mungkin membelah beberapa gunung.
Sama seperti Kyuubi, Hachibi juga telah menghilang, kembali ke wujud Bee. “Itu sakit kau tahu, bodoh!” Ucap Bee.
“Bee, aku akan istirahat untuk sementara waktu, aku sudah mencapai batasku.” Ucap Hachibi.
“Apa kau masih belum pulih?” Gai melihat keadaan kakashi yang tampak kelelahan.
“Menyerap dan mengembalikan sesuatu sebesar Hachibi benar-benar membuatku lelah, aku benar-benar kelelahan sekarang …” Pikir Kakashi.
“Kelihatannya Hachibi dan Kyuubi telah kehabisan chakra …” Ucap Obito.
Tak mau berdiam diri, Naruto tanpa bantuan Kyuubi mencoba untuk melawan. Ia bersiap untuk mengeluarkan Kage Bunshin.
“Kage Bunshin lagi? Meskipun kau menggunakan jutsu terlarang tingkat tinggi, kau hanya akan menggandakan ketidakmampuanmu.” Ucap Madara.
“Aku mampu!” Ucap Naruto.
“Hentikan itu, Naruto!” Ucap Kakashi, “Kage Bunhin percuma saja, itu hanya akan membagi chakramu. Kau bisa menggunakannya sebagai pengalihan, tapi mereka masih tak bisa menciptakan serangan akhirnya. Dan kalau sesuatu terjadi padamu, kita akan kalah dalam perang ini.” Ucap Kakashi.
“Kalian hanyalah orang-orang yang tidaki mematuhi perintah.” Ucap Madara.
“Huh? Tidak mematuhi?”
“Kau tidak mampu.” Ucap Madara lagi.
“Apa yang dia maksud adalah meskipun kau memperbanyak jumlahmu, itu percuma saja.” Ucap Obito, “Pada akhirnya, kau hanyalah shinobi yang tidak memiliki kekuatan. Suatu hari nanti, kau, tidak, tapi semua orang akan … Menjadi sepertiku.”
“Aku tak mau menjadi sepertimu!” Teriak Naruto.
“Berapa kali aku harus mengatakannya? Aku ingin menjadi Hokage!!”
“Jangan khawatir, semuanya akan berjalan lancar …
Tak akan ada ninjutsu di dunia ini yang dapat melampaui Mugen Tsukuyomi …
Janis, hancurlah bersamaan dengan dunia ini!”
Juubi menyiapkan sebuah bijuudama, kemudian menembaknnya dalam wujud laser raksasa. Serangan yang sungguh dahyat hingga bahkan mungkin membelah beberapa gunung.
Akan tetapi setelahnya, Obito merasakan ada sesuatu yang aneh, “Tsk …”
“Ini …” Naruto dan yang lainnya juga kaget.
Naruto 611Page - 13.jpgKarena ternyata, serangan tadi sangat meleset dari target.
“Serangan Juubi meleset? Ada apa ini?”
“Kakashi! Gai! Maaf sudah menunggu!!!!”
Wooow, ternyata pasukan bantuan Aliansi Shinobi telah tiba.
“Naruto-kun! Apa kau baik-baik saja!?” Ucap Hinata khawatir.
“Mereka mampu menghancurkan shintenshin sempurna yang dibantu oleh Hyuuga hanya dalam dua detik!” Ucap Ino.
“Tapi kau masih mampu menggeser serangan sebesar itu, kau hebat!”
Ternyata melesetnya serangan tadi adalah ulah mereka.
“Hei!”
“Jangan bersikap sok hanya karena Hinata ada di sini, Naruto!” Ucap Kiba, yang datang bersama dengan yang lainnya, Shino, keluarganya dari klan Aburame. “Mushi Jamming no Jutsu!!” Klan Aburame menyerang dengan serangga mereka.
“Kirigakure no Jutsu!!!” Dilanjutkan dengan serangan pasukan berikutnya.
“Kami semua di sini, Naruto!”
“Bagus, mereka tak akan bisa merasakan kita dengan mudah sekarang!” Ucap Shikamaru.
“Bee-sama! Kau melakukannya lebih baik dari yang kuduga!”
“Bee-sama! Jadi lukamu tidak serius ya!” Ucap Omoi.
“Gai-sensei, apa kau habis menggunakan Hirudora!?” Tanya Lee.
“Maaf terlambat, Kapten kakashi!” Ucap Sai.
“Sakura-chan! Pertama-tama …”
“Aku tahu!” Sakura mengurus Kakashi.
Sementara itu di markas, sesuatu yang aneh terjadi pada wujud bola airnya. “Bola airnya berubah bentuk, ini berarti …” Shikaku memberi perintah, “Inoichi! Ao! Periksa situasnya!!” Ternyata, seluruh tim telah terpusat di tempat itu, wow!
“Divisi satu telah sampai!”
“Divisi dua sampai!”
“Divisi tiga sampai!”
“Divisi empat, sampai!!”
“Divisi lima juga …”
“Tim medis juga sudah sampai!”

“Tim pelacak juga!”
“Sekarang kami bukan lagi shinobi yang tak mentaati perintah, kami adalah aliansi shinobi!!!
Apa kau pikir kau sudah bersembunyi dengan baik? Fuuton-Kazekiri no Jutsu!” Naruto hendak mengeluarkan sebuah jurus pamungkas, “Itu adalah sebuah jutsu yang luar bisa hebatnya, jutsu terkuat yang ada di dunia shinobi, dan itu bisa menang melawan Mugen Tsukutomi, camkan itu dalam otakmu!!”

Naruto Chapter 610 Versi Teks – Juubi

Naruto 610Page - 05.jpg

“Itu!!!”
“Itu!!!!”
Semuanya kaget melihat Juubi yang akan segera bangkit, termasuk Gai yang kesadarannya sudah hampir menghilang.
Angin bersehmbus dengan begitu keras, menandai kebangkitan dari sang monster berekor sepuluh. “Ya, tidak salah lagi …” Ucap kyuubi, “Dia adalah, Juubi.”
Monster itu membuka matanya, kemudian berteriak hingga mengguncang udara sekitar sana.
Madara dan Obito telah berdiri dengan gagahnya di atas kepala sang monster. Sementara Naruto dkk, dengan tak kalah gagahnya mereka berdiri di depan Hachibi dan chakra Kyuubi, menatap dan akan saling berhadapan. “Padahal chakra jahat dari Mazounya sudah menghilang …”
“Sial, mereka menipu kita.” Ucap Naruto dan Kakashi.
“Benda itu sama sekali tidak memiliki perasaan, jadi kau tak akan bisa merasakannya.” Ucap Kyuubi di dalam perut Naruto. “Ia sama dengan energi yang mengitari planet ini, seperti air yang kau rasakan, tanah, udara …”
“Begitu ya,” Naruto langsung duduk dan bersiap untuk merasakannya sama seperti saat ia akan menggunakan energi alam untuk sage mode, “kalau itu adalah energi alam, mari kita cek seberapa kuatnya.”
“Percuma saja, Naruto. Kekuatannya tak akan bisa kau ukur.” Ucap Kyuubi. Dan memang benar, Naruto bahkan tak mampu berkata banyak ketika ia merasakannya, “I-Ini, ini tidak lucu …” Ucap Naruto.
“Aku ingin menangkap mereka sebelum Juubi bangkit. Tapi ternyata mereka lebih baik dari dugaanku.” Ucap Madara.
“Aku ignin segera memulai ritual Mogen Tsukuyomi.” Ucap Obito.
“Akan butuh waktu untuk memanggil bulan dengan maha genjutsu itu. Yang harus kita lakukan sekarang adalah menghabisi mereka dengan kekuatan Mazou, iya kan?”
“Madara, sebenarnya kau hanya ingin mencoba kekuatan Juubi dulu kan?
Itulah kenapa, kau kekanak-kanakan.” Ucap Obito.
“Kau salah. Kekanak-kanakan adalah seseorang yang terburu-buru dan tak mampu menunggu.”
“Oarggghhhh!!!!!!” Juubi mengibaskan satu ekornya, dan itu benar-benar menyebabkan suatu kehancuran yang dahsyat.
“Hei hei, yakin nih kita akan bertarung melawan monster seperti itu?” Hachibi bersembunyi di balik tentacle-tentaclenya.
“Jangan pikir kau bisa terus bersembunyi di balik tentacle-tentaclemu hanya karena ketakutan.” Ucap Kyuubi. “Dan oh iya, cepat berikan aku si lelaki Gai itu! Aku akan segera menyembuhkannya.”
“Ini” Hachibi melempar tubuh Gai.
“Naruto dan kakashi juga!”
“Ya!” Mereka berduapun meloncat ke chakra Kyuubi itu.
“Dengar! Pertama-tama, pertama-tama jaga jarak dengan dia, dan lihat bagaimana pergerakannya!” Kyuubi memberi perintah, “Tergantung apa yang dia lakukan, kita akan menyerangnya sedekat yang kita bisa, seperti yang sudah aku katakan sebelumnya!!”
“Kyuubi, kau terdengar seperti seorang kapten.” Ucap Kakashi.
“Mau protes?”
“Tidak, aku malah senang.” Ucap Kakashi.
“Bicaranya kita lanjutkan saja nanti sampai kita menang, maju!!!!!”
Mereka menyerang. Namun belum apa-apa, dengan cepat Juubi balas menyerang dan membuat Kyuubi terpental.
“Dia benar-benar cepat!” Pikir Naruto.
Sementara itu, Kyuubi yang terjatuh kembali bangkit juga dengan cepat dan langsung bersiap untuk menembakkan bijuudama.
“Benar-benar tidak ada waktu untuk mengamati.” Pikir Kakashi.
“Ukkh …” Gai sudah sadar.
“Sekarang, Hatt-san!!!” Killer Bee memberi perintah pada Hachibi. Dan tak lama setelahnya, ia menembakan bijuudama secara bertubi-tubi. Ya, Kyuubi dan Hachibi menembakan bijuudama secara terus menerus ke arah Juubi.
Akan tetapi, itu sama sekali tak melukai monster itu.
“Kita bahkan tak perlu menghindarinya.” Ucap Madara.
“Aku ingin mempertahankan kekuatan Juubi sebisa mungkin.” Ucap Obito.
Di sisi lain, Juubi juga telah bersiap untuk melancarkan sebuah tembakan dari mulutnya.
“Ini …”
“Buruk!” Ucap Kyuubi dan Hachibi.
Batssss!!!!! Benar-benar tembakan yang besar dan dahsyat. Dan saat kepulan asap akibat serangan itu hilang, hanya tampak Kyuubi yang tersisa, sementara Hachibi sudah tak ada, hanya menyisakan ekornya saja. Ada apa? Apakah Hachibi lenyap akibat serangan tadi?
“Mereka benar-benar keras kepala.” Ucap Madara.
“Hei, Naruto, apa kau …”
“Jangan khawatir, guru alis tebal …”
“Kontrol yang bagus, Naruto!” Ucap Kyuubi.
Ternyata, bunshin Naruto bersama dengan Kakashi menggunakan kamui telah berhasil menuju ke dekat Juubi.
“Maaf atas ekornya, Kamui!!” Kakashi menghisap ekor yang tadi masih tersisa itu.
Dan kali ini, Hachibi benar-benar ditransfer sepenuhnya tepat di depan mata Juubi, dan ia tekah bersiap dengan bijuudama, “Akan aku tembakkan tepat di depan bola matamu!!!”

Lanjut Naruto chapter 611