Teks marque

Translate

Kamis, 25 Oktober 2012

RESENSI 11 PATRIOT


A. Identitas buku

Judul novel                           : Sebelas Patriot
Nama pengarang                   : Andrea Hirata
Penerbit                                 : Bentang Pustaka
Cetakan                                 : Juni 2011
Tebal                                      : 101 halaman
Penulis                                   : Andrea Hirata
  
B. Ringkasan isi buku

SEPAKBOLA , AYAH DAN PSSI

Novel Sebelas patriot adalah novel ke tujuh yang di tulis oleh Andrea Hirata
Buku ini menceritakan tentang cinta seorang anak dan pengorbanan seorang ayah dan kegigihan dalam menggapai mimpi-mimpi juga tentang persepakbolaan. Sepertinya peluncuran buku ini memang tepat dengan keadaan pesepakbolaan indonesia, persaingan antara dualisme liga di tanah air ini.
Novel ini bercerita tentang anak yang bernama Ikal yang berasal dari sebuah pulau kecil di bagian selatan Pulau Sumatera, Belitong. Pulau yang sekitar 5 tahun lalu mungkin belum pernah terdengar namanya, namun saat ini menjadi salah satu tujuan wisata di tanah air ini berkat meluncurnya novel dan film “Laskar Pelangi” Yang banyak memperlihatkan keindahan pulau itu.
Ikal memiliki rasa bangga terhadap PSSI. Dari sebuah album foto yang tidak sengaja ia temukan di atas lemari ayahnya Ikal bangga terhadap ayahnya juga dengan PSSI. Karena di foto tersebut tersimpan sejarah ketika ayah Ikal sebagai seorang pemain sepak bola yang hebat. Dulu ketika ayah Ikal masih muda. Beliau pernah menjadi seorang pemain bola terbaik di zamannya, bersama dua saudaranya. posisi sayap kiri yang dipegang ayah Ikal dan posisi tengah dan kedua pamannya sebagai gelandang dan sayap kanan. Tiga pemain ini pada zaman pemerintahan belanda dulu menjadi pekerja kuli parit. Berita tantang tiga bersaudara tersebut sampai pada telinga van holden dan langsung menyaksikan pertandingan tersebut, yaitu pertandingan untuk memperingati ulang tahun ratu belanda. Pertandingan antara pemuda belanda dengan tim kuli parit. Pertandingan tersebut sempat mendapat intimidasi dari pihak belanda bahwa ketiga bersaudara tidak boleh main, sang pelatih amin sampai dipanggil. Tapi ketiga saudara itu tetep ingin main dalam pertandingan melawan belanda dan tidak mau menjadi pemain dibangku candangan. Dan hasilnya pemain pemuda belanda dipermalukan tim parit. Berkat sontekan dari gelandang tengah dari tiga bersaudara dan saat itu juga tim parit merasakan kemerdekaan. Mereka merasakan kemerdekaan di lapangan hijau atas kemenangan yang diperolehnya.
Keesokan harinya pelatih amin dan tiga bersaudara babak belur ketika keluar dari tangsi. Atas perintah dari distric behendeer (pimpinan daerah) pelatih amin dan tiga saudara itu dibuat babak belur, dibuat sengsara oleh pemerintahan belanda kaki ayah Ikal menjadi saksinya, saksi kebiadaban orang belanda yang telah membuatnya pincang. Perjalanan hidup ayahnya di masa silam menjadi motivasi Ikal untuk menjadi pemain sepak bola. menjadikan dirinya semakin cinta pada ayahnya dan cinta pada PSSI. Ikal juga mengikuti tes pemilihan pemain PSSI mengikuti seleksi dari tahap awal hingga akhir, tapi nasib berkata lain, Ikal dimata para pelatih PSSI tak layak masuk kedalam pemain PSSI karena kemampuan yang masih kalah dengan pemain lain. kegagalan yang dialami Ikal tak membuatnya benci terhadap PSSI. Dia justru bangga terhadap PSSI dan semakin cinta terhadap PSSI. Karena ayahnya selalu bangga terhadap PSSI itu yang membuat Ikal menjadi fans berat PSSI.
Ketika Ikal merantau di Universitas Sorbone, Perancis. Ikal mengikuti sebuah kegiatan yaitu menjadi seorang backpacker. Bersama Arai, Ikal menjelajahi afrika dan eropa. Tujuan Negara yang ingin dikunjungi Ikal yaitu spanyol dia ingin mampir di kota Madrid, salah satu club dikota itu menjadi kebanggan ayah Ikal yaitu Real Madrid. Ikal dan Arai berpisah ditengah jalan karena tujuan kota yang diminatinya berbeda. Ikal ingin ke Madrid sedangkan Arai ingin ke Alhambra. Di kota Madrid Ikal mendapat kenalan seorang bernama Adriana seorang perempuan yang gemar dengan bola. selain penggemar bola dia berprofesi sebagai penjaga REALMADRID OFFICIAL STORE. Perkenalan itu berawal ketika Ikal akan membeli sebuah kaos bola bertanda tangan Luis Figo. Pertama kali pertemuan itu Adriana menawarkan sebuah kaos bertanda tangan Luis Figo, tapi dengan harga yang berlipat lebih mahal dibanding kaos tak bertanda tangan. Kemudian Ikal berjanji pada Adriana bahwa dirinya akan kembali lagi kesini untuk membeli kaos bertanda tangan Luis Figo. Ikal bekerja mati-matian untuk memperoleh uang 250 Euro. Ikal rela menjadi kacung serta pembantu rumah tangga untuk mendapatkan uang 250 Euro. Sebuah kaos Luis Figo yang bertanda tangan untuk dihadiahkan kepada ayahnya, karena Ikal tahu bahwa ayahnya penggemar berat Luis Figo setelah menggemari PSSI. Selama bekerja keras akhirnya Ikal mendapatkan uang tersebut dan langsung meluncur ke toko resmi Real Madrid. Sampai disana kaos yang diincarnya ternyata sudah menghilang dari tempatnya. Ikal sempat merasa sedih bahwa dirinya telah gagal mendapatkan kaos bertanda tangan Luis Figo, akan tetapi kaos tersebut ternyata sengaja disimpan oleh Adriana untuk Ikal. Dia tahu bahwa Ikal akan kembali kesini dan membeli kaos bertanda tangan lusi Figo. Ikal merasa senang sekali ketika kaos bertanda tangan Luis Figo berada ditangannya. Dari permulaan itu Ikal semakin akrab dengan Adriana dan sempat diajaknya secara langsung menonton pertandinagn Real Madrid VS Valencia. di depan kepalanya sendiri serta melihat langsung sepak terjang Luis Figo di lapangan hijau.
Erok harinya Ikal mengirimkan kaos bertanda tangan Luis Figo untuk ayahnya dan kaos Barcelona untuk pelatih Toharun. Ikal juga mengirim surat pada ayahnya yang isi bahwa dia berada di Estadio Santiago bernabau dan dilampiri foto Ikal saat berpose di dapan stadion kebanggan ayahnya itu. di spanyol Ikal selalu merindukan ayah dan bertanya-tanya apakah ayah masih mengikuti pertandingan PSSI? Apakah kaki kirinya bergerak melihat pertandingan itu? betapa Ikal sangat merindukan ayahnya saat berada di kota kebanggaan ayahnya yaitu Real Madrid.
Novel ini memang mengupas kisah haru yang menyelimuti para penggila bola di seluruh dunia. Bahwa setiap orang, penggemar fanatik sepakbola, mempunyai kisah dan alasan tersendiri tentang mengapa mereka bisa begitu menggilai sepakbola, yang bahkan saya sendiri tergila gila pada klub sebesar REALMADRID dan di beberapa negara di Eropa dan Amerika Latin, sepakbola telah menjadi “agama” kedua bagi mereka. Di dalam sepakbola pula, Andrea Hirata mengupas begitu banyak aspek kehidupan yang dapat dipelajari. Sepakbola sebagai life style, sepakbola sebagai budaya, sepakbola sebagai penyemangat hidup, sepakbola sebagai sejarah, sepakbola sebagai bisnis, sepakbola sebagai cinta, dan sepakbola sebagai agama.
Novel singkat yang dari segi sastra sangat sederhana, ringan, dan sangat gampang dicerna orang ini, sangat bisa dijadikan pemompa semangat pendukung sepakbola Indonesia ditengah carut-marut kemelut PSSI dan dualisme liga di Indonesia. Semoga dapat memberikan inspirasi.

Novel ini bisa dijadikan pendukung semangat persepakbolaan Indonesia, untuk mencintai negara dan PSSI. Pengarang juga menggabungkan cerita yang haru, lelucon dan inspirasi dalam novel ini. Novel ini juga menyertakan 1 CD yang berisi tiga lagu karya Andrea Hirata yang temanya sepak bola. Lagu itu berjudul “PSSI Aku Datang”, “Sebelas Patriot”, dan “Sorak Indonesia”. Lagu ini mudah dicerna dan mudah dinyanyikan. Lagu ini tentang semangat, lagu untuk para suporter, demi mengguncangkan gelora cinta pada Indonesia, demi mendukung PSSI dan tim olahraga Indonesia saat bertanding.

C. ALASAN MEMILIH NOVEL 11 PATRIOT

Novel ini berjudul "11 patriot" yang dari judulnya bisa ditebak bahwa novel ini bercerita tentang fanatisme seseorang yang memiliki kecintaan terhadap sepakbola, oleh karena itu saya memilih novel ini sebagai bahan resensi.

Dalam novel ini terdapat banyak kata kata yang membuat saya memahami arti dari kata “Prestasi tertinggi seseorang, medali emasnya, adalah jiwa besarnya.” Ketika Ikal tidak diterima menjadi pemain PSSI, tapi itulah yang membuat dia semakin cinta terhadap sepakbola tanah air bahkan tergila gila terhadap PSSI.


D. SARAN KEPADA PEMBACA
-Kepada pembaca diharapkan membaca novel ini secara lengkap karena novel ini tidak berhenti pada satu konflik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar